Sistem Dukungan Keputusan Klinis Aira dari Qure.ai Menjadi Salah Satu yang Pertama di Dunia Raih Sertifikasi CE Kelas IIb

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sistem Dukungan Keputusan Klinis Aira dari Qure.ai Menjadi Salah Satu yang Pertama di Dunia Raih Sertifikasi CE Kelas IIb

Dirancang untuk layanan kesehatan primer di lini terdepan di negara berkembang, Aira merupakan sistem dukungan keputusan klinis (CDSS) berbasis AI pertama yang menggabungkan dokumentasi, otomatisasi alur kerja, dan analisis data EHR pasien dengan pengambilan keputusan klinis dalam satu tanda CE.

MUMBAI, India dan NEW YORK, 21 September 2026 /PRNewswire/ — Qure.ai, pemimpin global dalam diagnosis dini dan koordinasi perawatan berbasis AI, hari ini mengumumkan bahwa sistem dukungan keputusan klinis (CDSS) Aira telah memperoleh sertifikasi CE Kelas IIb berdasarkan Peraturan Perangkat Medis (MDR) Uni Eropa. Pencapaian ini diraih setahun setelah peluncuran Aira dan memperluas pengalaman Qure.ai selama satu dekade di bidang AI medis yang teregulasi—mulai dari TB, kanker paru-paru, hingga penyakit tidak menular lainnya—ke dukungan keputusan klinis berbasis AI.

Diluncurkan dalam Majelis Kesehatan Dunia 2025, Aira dirancang untuk menjawab tiga tantangan utama yang terus dihadapi layanan kesehatan primer: kekurangan tenaga kesehatan, penerapan pedoman klinis yang belum konsisten, serta beban administratif yang menyita waktu tenaga kesehatan untuk melayani pasien. Platform ini terintegrasi dengan sistem kesehatan yang sudah ada melalui lapisan AI, mengubah konsultasi dan catatan berbasis kertas menjadi rekam jejak perawatan digital, menyediakan riwayat pasien dan rekomendasi sesuai pedoman nasional bagi tenaga kesehatan, serta membantu menjaga komunikasi dengan pasien di antara kunjungan. Dirancang agar dapat digunakan dalam bahasa lokal, pada perangkat digital yang sudah tersedia, dan dalam kondisi koneksi internet yang tidak stabil, Aira menjadikan digitalisasi sebagai bagian dari layanan kesehatan, bukan sebagai tugas tambahan bagi tenaga kesehatan di lini terdepan yang sudah dibebani banyak pekerjaan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan mengotomatiskan dokumentasi rutin dan tindak lanjut serta menyediakan panduan klinis terkini untuk mendukung layanan sehari-hari, Aira membantu tenaga kesehatan yang kewalahan dengan beban kerja agar dapat menggunakan waktu mereka secara lebih efektif dan memberikan layanan yang lebih berkualitas. Tujuannya adalah mewujudkan layanan kesehatan primer yang konsisten dan terintegrasi, bahkan di wilayah yang masih memiliki keterbatasan tenaga kesehatan dan digitalisasi.

"Kualitas layanan kesehatan primer yang diterima seseorang seharusnya tidak ditentukan oleh tempat tinggalnya," kata Prashant Warier, Rekan Pendiri dan CEO Qure.ai. "Namun, tenaga kesehatan tidak dapat memberikan perhatian penuh kepada pasien jika mereka juga harus mengisi catatan, mencari panduan, dan menindaklanjuti pasien yang melewatkan jadwal kunjungan. Kami mengembangkan Aira untuk menangani tugas-tugas tersebut. Sertifikasi Kelas IIb merupakan pencapaian penting karena membuktikan bahwa sistem dukungan keputusan klinis kami telah memenuhi persyaratan salah satu kerangka regulasi perangkat medis paling ketat di dunia. Ambisi yang lebih besar adalah memastikan tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah dengan keterbatasan sumber daya dapat mengakses dukungan klinis yang andal."

Berdasarkan Peraturan Perangkat Medis Uni Eropa, Kelas IIb termasuk dalam tingkat pengawasan regulasi tertinggi di Uni Eropa untuk perangkat lunak pendukung pengambilan keputusan yang akurasi dan keandalannya sangat penting bagi hasil perawatan pasien. Dukungan keputusan klinis Aira telah disertifikasi berdasarkan kerangka regulasi ini, sehingga kementerian kesehatan, penyedia layanan kesehatan, dan pihak penyandang dana memiliki landasan yang telah dinilai secara independen untuk melakukan evaluasi dan pengadaan, sesuai dengan peraturan setempat yang berlaku.

Dalam tahun pertamanya, Aira telah diterapkan di sepuluh lokasi percontohan dan menjangkau ribuan pasien serta masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di berbagai wilayah, mulai dari daerah terpencil hingga perkotaan di Nigeria, Kenya, Mozambik, Kepulauan Solomon, dan Bangladesh. Di Nigeria, Aira membantu tenaga kesehatan di pusat ART (Anti-Retroviral Therapy) mencatat data secara terstruktur dan mengambil keputusan berdasarkan pedoman klinis. Program ini dijalankan bersama Catholic Caritas Foundation of Nigeria di Enugu dan Ebonyi, serta Adamawa State HIV/AIDS and STI Control Program.

Di Kenya, Aira diterapkan melalui kerja sama dengan mitra lokal dan sejumlah departemen di Kementerian Kesehatan. Di Mozambik, Aira terintegrasi dengan AlôVida, platform nasional yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan (MISAU), dengan VillageReach sebagai mitra pelaksana dan Qure.ai sebagai penyedia teknologi. Integrasi ini mendukung kesiapsiagaan menghadapi pandemi melalui inisiatif Gates Foundation. Di Kepulauan Solomon, Aira membantu mengubah pelaporan kesehatan yang sebelumnya menggunakan dokumen kertas menjadi sistem digital guna mendukung pelaporan nasional yang dilakukan oleh Kantor Regional Pasifik Barat WHO. Di Bangladesh, Aira tengah diterapkan dengan dukungan dari Endless Health.

Dalam program layanan kesehatan masyarakat di Kenya, Aira berhasil memangkas waktu yang dihabiskan untuk dokumentasi sesuai protokol hingga 32%, sekaligus memastikan 98% tugas dokumentasi dapat diselesaikan. Di fasilitas layanan primer HIV di Nigeria, Aira membantu tenaga kesehatan meluangkan lebih banyak waktu untuk melayani pasien, dengan rasio waktu pelayanan klinis terhadap pekerjaan administratif meningkat 67% dan waktu untuk urusan administratif berkurang 23%.

Aira juga membantu memastikan pasien tetap mendapatkan layanan kesehatan secara berkelanjutan di antara jadwal kunjungan. Di Nigeria, panggilan otomatis dalam bahasa Hausa dan Inggris digunakan untuk mengingatkan pasien tentang jadwal kunjungan yang akan datang dan menghubungi kembali pasien yang melewatkan jadwal perawatan, sekaligus membantu memastikan penerapan protokol klinis yang konsisten di seluruh tim.

Secara keseluruhan, solusi AI Qure.ai telah digunakan di lebih dari 105 negara, dengan lebih dari 26 temuan yang mendapat izin FDA serta lebih dari 60 indikasi yang telah memperoleh tanda CE. Saat ini, Qure.ai bekerja sama dengan kementerian kesehatan dan lembaga penyandang dana untuk menerapkan Aira secara luas melalui sistem nasional yang sudah ada, sekaligus memperkuat bukti mengenai penggunaan AI dalam layanan kesehatan dan dampaknya terhadap hasil perawatan pasien.

Qure.ai meyakini bahwa ini merupakan awal dari perubahan yang lebih luas: AI yang tidak hanya membantu diagnosis, tetapi juga memperkuat sistem layanan kesehatan primer secara menyeluruh, sehingga setiap interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien dapat menghasilkan layanan yang sesuai dengan pedoman klinis dan didukung oleh data. Jika diterapkan secara luas, pendekatan ini dapat membantu komunitas kesehatan global mengatasi kesenjangan layanan kesehatan primer bagi miliaran orang yang hingga kini belum mendapatkan layanan yang memadai.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Aira: https://www.qure.ai/aira

Tentang Qure.ai

Qure.ai adalah perusahaan AI global yang mengembangkan solusi diagnostik inovatif di bidang kesehatan untuk mendukung deteksi dini dan pengelolaan perawatan. Solusi Qure mendukung diagnosis dini kanker paru-paru, gangguan neurologis, dan penyakit menular untuk membantu tenaga medis sekaligus mendorong kemajuan di industri farmasi dan perangkat medis. Perusahaan ini membantu tenaga kesehatan dan sistem layanan kesehatan mengidentifikasi kondisi pasien dengan cepat, menentukan prioritas dalam perencanaan pengobatan, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup pasien. Qure.ai telah hadir di lebih dari 107 negara dan memiliki kantor regional di New York, London, dan Mumbai. Qure.ai masuk dalam daftar TIME100 Most Influential Companies 2025.

 

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Berita Terkait

Konvensi Manufaktur Dunia 2026 Resmi Dibuka di Hefei, Anhui
Comarch Diakui sebagai Pemimpin dalam IDC MarketScape 2026 untuk Solusi E-Invoicing yang Mematuhi Regulasi di Seluruh Dunia
Elong Hotel Technology Group Percepat Ekspansi Global melalui Elong Brand Family, Bidik “Second Growth Curve”
Huawei Digital Power Hadirkan Solusi Multi-Skenario Berbasis Grid Forming dan AI di IDEE 2026
Huawei Hadirkan Stellar AI Campus Network Generasi Baru, Siapkan Infrastruktur Kampus AI
Sinergi AI dan Energi, David Sun Ungkap Masa Depan Industri Ketenagalistrikan di Ajang AESIEAP CEO Conference 2026
Enam Negara yang Jadi Wilayah Operasional Terumo di Asia Pasifik Raih Sertifikasi Best Workplaces™ dari Great Place To Work®
Clean Bio Korea Bawa Air-Fit yang telah Teruji di Indonesia dalam Ajang Hospital Expo 2026

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:11 WIB

Konvensi Manufaktur Dunia 2026 Resmi Dibuka di Hefei, Anhui

Senin, 21 September 2026 - 07:50 WIB

Comarch Diakui sebagai Pemimpin dalam IDC MarketScape 2026 untuk Solusi E-Invoicing yang Mematuhi Regulasi di Seluruh Dunia

Senin, 21 September 2026 - 07:00 WIB

Elong Hotel Technology Group Percepat Ekspansi Global melalui Elong Brand Family, Bidik “Second Growth Curve”

Senin, 21 September 2026 - 05:39 WIB

Huawei Digital Power Hadirkan Solusi Multi-Skenario Berbasis Grid Forming dan AI di IDEE 2026

Senin, 21 September 2026 - 05:30 WIB

Huawei Hadirkan Stellar AI Campus Network Generasi Baru, Siapkan Infrastruktur Kampus AI

Berita Terbaru

Konvensi Manufaktur Dunia 2026 Resmi Dibuka di Hefei, Anhui

Pers Rilis

Konvensi Manufaktur Dunia 2026 Resmi Dibuka di Hefei, Anhui

Senin, 21 Sep 2026 - 09:11 WIB