Berita Perikanan

Pasir Sampit Untuk Reklamasi Teluk Jakarta, Tangkapan Nelayan Menurun

pasir sampit untuk reklamasi teluk jakarta
Ilustrasi. Doc. Viva.co.id

Infomaritim, Jakarta – Penambangan pasir laut yang dilakukan di Desa Ujung Pandaran, Teluk Sampit, Kalimantan Tengah untuk proyek reklamasi Teluk Jakarta mendapat kecaman dari para nelayan daerah sekitar. Kapal-kapal besar yang melakukan kegiatan pengerukan pasir di perairan Teluk Sampit memberikan dampak buruk bagi nelayan yang mengakibatkan hasil tangkapan nelayan semakin berkurang.

“Ikan-ikan yang biasanya banyak kini jauh berkurang jumlahnya, mungkin saja populasinya sudah berpindah ke tengah laut karena habitat mereka rusak”, ucap Muslih, Kepala Desa ujung Pandaran kepada tim Viva.co.id, Kamis (12/10).

Muslih tidak menampik bahwa sebelumnya telah ada sosialisasi soal penambangan pasir tersebut, namun tidak disebutkan untuk kepentingan proyek reklamasi Teluk Jakarta. Warga langsung menolak dengan tegas melakukan penolakan. Dinas Perikanan juga memberi pertimbangan agar tidak diterbitkan perizinannya.

Baca Juga: Menteri Susi Peringatkan Pemda Segera Atur Zona Kelautan

Kapal-kapal raksasa yang berada di Teluk Sampit adalah pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah mengantongi perizinan sejak September 2015 oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Ada tiga perusahaan yang mendapatkan IUP dan  izin eksplorasi areal laus seluas 5.000 H yaitu PT Prakarsa Sejati, PT Kalmin Raya dan PT Kalmin Sejahtera.

Muslih dan warga sekitar mengharapkan agar penambangan pasir laut untuk proyek reklamasi Teluk Jakarta dapat segera dihentikan karena berdampak buruk bagi populasi ikan dan juga kehidupan perekonomian nelayan semakin menurun.

“Kondisi pantai Ujung Pandaran rusak parah akibat abrasi luar biasa. Lebih baik dicabut saja IUP-nya”, ujar Muslih. (SS)

Sumber: Viva