Berita Perikanan

Menurunnya Hasil Tangkapan Nelayan Lebak, Faktor Fenomena Alam Terang Bulan

nelayan lebak, banten
(Ilustrasi) Nelayan Lebak, Banten

Infomaritim, Jakarta – Nelayan Lebak, Banten mengalami penurunan hasil tangkapan ikan dikarenakan memasuki fenomena alam terang bulan dipercayai akan mengurangi hasil tangkapan nelayan. Selama terang bulan, nelayan tidak melakukan aktivitas tangkapan karena akan merugi jika melaut dan memilih untuk memperbaiki alat tangkap di rumah atau melakukan pekerjaan sampingan, seperti menjadi tukang ojek, buruh tani, buruh bangunan, dan pedagang.

“Nelayan di sini setiap bulan terang selalu menganggur, meskipun cuasa membaik karena tangkapan ikan menjadi sepi dan tidak sebanding dengan biaya operasional”, kata seorang nelayan tempat pelelangan ikan (TPI) Binuangen, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Iming (50) di Lebak, Minggu (8/10).

Kebutuhan melaut yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan menjadi salah satu alasan bagi para nelayan Lebak untuk tidak melaut di cuaca terang bulan. Darna (55) nelayan TPI Bayah, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak mengaku terpaksa menjadi tukang ojek motor untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Saya setiap melaut harus mengeluarkan uang Rp 70.000 untuk membeli bahan bakar minyak (BBM), sedangkan pendapatan antara Rp 20.000 – Rp 30.000”, ungkapnya.

Kepala TPI Binuangen Kabupaten Lebak, Ahmad Hadi mengakui sebanyak 3.200 nelayan tradisional di Pesisir Selatan Lebak memilih tidak melaut ketika bulan bercahaya terang. “Dengan tidak melaut, tentu produksi ikan kini juga menurun”, jelasnya. (SS)

Sumber: Republika