Berita Internasional Perikanan

Tim JPU Keluarkan Tuntutan Vonis Kapal Ikan Thailand MV Silver Sea 2

kapal ikan thailand mv silver sea 2
Kapal Ikan Thailand MV Silver Sea 2 yang ditangkap di Perairan Sabang, Aceh. Doc. KKPNews

Infomaritim, Jakarta – Persidangan Kapal Asing Thailand MV Silver Sea 2 yang menetapkan Nakhoda Yotin Kuarabiab, berkewarganegaraan Thailand telah melakukan pelanggaran dalam beberapa pasal mendapat tuntutan vonis dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebesar Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) subsider 6 bulan kurungan penjara dan penyitaan kapal MV. Silver Sea 2 untuk negara. Tuntutan tersebut disampaikan oleh tim JPU dalam persidangan yang dilakukan di Pengadilan Negeri Sabang, Aceh, Selasa (5/9).

Berdasarkan informasi dari KKPNews, JPU menyampaikan beberapa pasal yang membuktikan bahwa Yotin Kuarabiab secara sah melanggar Pasal 38 Ayat 1, Pasal 9 Ayat 1, Pasal 28 Ayat 1, dan Pasal 7 Ayat 2 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perikanan.

“Nakhoda MV Silver Sea 2 telah melakukan kegiatan perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) tanpa dilengkapi dengan ketentuan perijinan yang sah serta memiliki, menguasai, membawa, dan/atau menggunakan di kapal penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan ukuran yang ditetapkan, tidak sesuai dengan persyaratan atau standar yang ditetapkan utnuk tipe alat tertentu, dan/atau alat penangkapan ikan yang dilarang pemerintah Indoensia, sehingga perbuatan terdakwa telah merugikan negara dan merusak sumber daya kelautan dan perikanan”, kata JPU dalam pembacaan berkas penuntutannya.

Kapal Silver Sea 2 yang berukuran 2.285 ton (GT) ditangkap pada pertengahan Agustus 2015 oleh jajaran TNI AL KRI Teuku Umar 385 di perairan Sabang, Aceh. Penangkapan kapal ikan berbendera Thailand ini berdasarkan dugaan Illegal Transhipment (alih muatan) yang dilakukan di Laut Arafura dan terdeteksi tanggal 14 Juli 2015. Barang bukti yang ditemukan saat penangkapan juga telah dilelang oleh pemerintah yaitu ikan campuran sebanyak 1.93 juta kg yang menghasilkan sebesar Rp20.579.970.000,-. Tim JPU juga meminta kepada majelis hakim agar hasil lelang barang bukti dirampas untuk negara.

Saat ini, proses penyidikan terus dilakukan oleh Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan pada Pangakalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo. (SS)

Sumber: KKPNews

Tentang Penulis

admin

1 Komentar

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *