Berita Data Kelautan Perikanan

Selama 2016, KKP Selamatkan Sumber Daya Ikan Indonesia Senilai Rp. 306,8 Miliar

87629_ikan_hasil_tangkapan_nelayan

Infomaritim, Bandung – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementarian Kelautan dan Perikanan (BKIPM KKP) selamatkan sumber daya ikan Indonesia senilai Rp. 306,8 miliar dalam hal penanganan pelanggaran dan penegakkan hukum. Angka tersebut meningkat dari 2015 yang hanya Rp. 37,2 miliar.

Menurut Kepala BKIPM KKP Rina, sumberdaya ikan tersebut terdiri dari benih lobster, kepiting/lobster/rajungan bertelur, kepiting dan lobster berukuran <200 gram, mutiara, koral, dan produk hasil perikanan seperti kuda laut, penyu, dan sirip hiu.

“Dari jumlah 17 kasus telah mendapatkan putusan pengadilan, 2 kasus sampai pada P19, 14 kasus dalam proses penyidikan dan 119 kasus telah dilakukan pengumpulan bahan dan pelepasliaran”, ungkap Rina di Gedung Mina Bahari II, Rabu, (11/1/2017).

BKIPM juga berhasil menekan angka kasus penolakan ekspor perikanan per negara mitra yang merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) BKIPM. Tercatat 7 kasus kualitas untuk konsumsi yang terjadi selama tahun 2016, merupakan angka yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.

“Kasus konsumsi ada dua alasan karena mutu dan administrasi. Pada 2016 ada 7 kasus, yang paling banyak adalah di Rusia ada 4 kasus karena mengandung logam berat”, ungkap Kepala Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Widodo Sumiyanto.

Saat ini Indonesia menempati ranking 21 dalam penolakan ekspor hasil perikanan. Menandai semakin turunnya kasus penolakan dari tahun ke tahun.

“Semakin turun ranking karena semakin sedikit kasusnya. Saat ini Indonesia sebagai negara Asia terdepan dalam keamanan ekspor hasil perikanan, menyusul Vietnam dengan 38 kasus, India 31 kasus, dam Thailand 19 kasus”, jelas Rina.

Selain hasil perikanan tangkap, ekspor perikanan budidaya seperti ikan nila dan lele sudah dapat menembus pasar Eropa. Hingga 2016, tercatat Indonesia sudah melakukan 86.582 kali ekspor hasil perikanan. Selain itu, selama 2016 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BKIPM mencapai Rp. 51,75 miliar, angka ini tentunya tercapai melebihi dari target Rp. 13,04 miliar. Dikarenakan adanya peningkatan pemeriksaan terhadap hasil perikanan senilai Rp. 14,02 miliar, serta integrasi system sertifikasi mutu dan karantina ikan.

BKIPM akan terus melakukan peningkatan pengawasan di wilayah perbatasan, terutama dalam hal penyelundupan. Kualitas ekspor produk perikanan juga akan ditingkatkan dengan evaluasi dan inspeksi dengan lembaga dalam maupun luar negeri. (SS)

Sumber